Selasa, 19 Juli 2011

Astagfirullah!! Densus NU Diwajibkan Puasa 40 Hari Supaya Sakti Kebal Petasan

JAKARTA (voa-islam.com) – Pada peringatan Harlah NU ke-85 diprolamirkan Densus 99 Banser NU untuk menangkal teror bom. Para personelnya diwajibkan puasa 30-40 hari untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal petasan.

Kasihan! Pidato SBY di Harlah NU, Ditinggalkan Puluhan Ribu Warga Nahdhiyin

JAKARTA (voa-islam.com) – Pidato SBY dalam peringatan Harlah NU hanya disaksikan 4.000 peserta, padahal peserta yang hadir sekitar 150 ribu orang. SBY ditinggalkan puluhan ribu warga Nahdiyin.

Yang laris tapi keliru di bulan Sya'ban (Hadits-hadits lemah dan palsu seputar bulan Sya'ban)


Di tengah masyarakat kita beredar banyak hadits-hadits lemah dan palsu seputar keutamaan ibadah pada bulan Sya’ban. Hadits-hadits tersebut menyebar lewat berbagai cara. Mulai dari ceramah para khathib, tulisan di buku, majalah, situs, blog, jejaring sosial, hingga sms. Berikut ini kami tuliskan contoh kecil dari sebagian hadits lemah dan palsu tersebut  agar diketahui bersama oleh kaum muslimin.

Gegabah berdoa bisa berdosa! (mengkritisi keshahihan doa khusus Sya'ban dan Ramadhan)


Sejak awal bulan Rajab, kita biasa mendengar para ustadz mengajarkan dari mimbar-mimbar pengajian doa yang katanya biasa dibaca oleh Nabi Muhammad SAW di bulan tersebut. Doanya berbunyi:

Curiga akan dijadikan markas "teroris", warga robohkan gubuk milik anggota JAT

MOJOKERTO (Arrahmah.com) - Curiga akan dijadikan pondok pesantren “garis keras”, puluhan warga merusak dan merobohkan gubuk milik anggota JAT di desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, pada Ahad (17/7/2011).

JAT sesalkan sikap polisi yang kaitkan JAT dengan Ponpes Umar Bin Khattab


  - Organisasi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) menyesalkan sikap polisi yang mengaitkan JAT dengan ledakan bom di areal pondok pesantren Umar bin Kathab, di Desa Senolo, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, NTB. Keterangan polisi terkait temuan barang bukti dianggap sengaja menyudutkan JAT.

Ketua GP Ansor: "Pesantren yang tidak mengajarkan UUD 1945 dan Pancasila harus ditutup"


JAKARTA (Arrahmah.com) – Pesantren Umar bin Khattab (UBK) Bima, Nusa Tenggara Barat harus ditutup karena tidak mengajarkan UUD 1945 dan Pancasila. Selain itu juga mengajarkan tindak kekerasaan. Penutupan tersebut dilakukan agar tidak menciptakan stigmatisasi terhadap pesantren secara keseluruhan. Demikian pendapat Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid.