Kamis, 14 Juli 2011

Terduga Teroris Tewas Dalam Interogasi Densus 88

BANDUNG - Sejak Kamis hingga Senin kemarin paling tidak Densus 88 sudah menangkap 16 pria yang diklaim polisi sebagai anggota jaringan teroris. Selain di Poso, Jakarta, Kutai Kartanegara, pada hari Ahad 12 Juni 2011 seorang pria di Soreang, Bandung juga

Timur Pradopo: Densus 88 Siap di Periksa

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, Detasemen 88 anti-teror terbuka untuk diperiksa untuk dipastikan bahwa detasemen ini sudah sesuai dengan hukum saat melaksanakan tugasnya.

Inilah Hasil Buruan Densus 88 dalam Sepekan

Jakarta (voa-islam) – Dalam sepekan ini, Densus 88 telah menangkap sejumlah orang yang diduga teribat terorisme. Meski tak didapati bukti yang kuat, nampaknya Densus menyimpan banyak nama untuk dijadikan target penangkapan. Seperti biasa, dalam setiap aksinya, Densus 88 acapkali bersikap brutal.

Di Depok, Berkembang Ajaran Mencampuradukkan Islam, Nasrani & Yahudi

Depok (voa-Islam) – Sejak tahun 2007, 18 aliran sesat berkembang di Kota Depok. Setelah Al Qiyadah Al Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq, kini muncul Komunitas Milah Abaraham (Komar) yang akhir-akhir ini mulai berkembang luas. Ajaran sesat ini telah mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengaku terus memantau komunitas tersebut agar tak menyesatkan warga di sekitarnya.

Ansyaad Jualan Strategi Anti-terorisme ke Eropa

Merasa sukses memberangus teroris di Indonesia, dan menghancurkan jaringannya, yang menyebabkan gerakan teroris lumpuh. Kebijakan deteren terhadap teroris itu, yang menggunakan dua strategi, repressif yang menggunakan senjata, sehingga banyak mereka yang dituduh teroris telah "dihabisi".

Permainan Biaya Sekolah Unggulan

Sekolah-sekolah yang menggunakan label RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) mencekik wali murid dengan biaya yang tinggi. Masuk SMA yang sudah menggunakan RSBI, tak kurang Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Sambut Ramadan, Pengemis Akan Dibersihkan Mulai 20 Juli

HLJakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan melakukan penertiban terhadap warga Penyandangan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jelang Ramadan. Penertiban akan dilakukan dua tahap mulai tanggal 20 Juli pekan depan.